Pertemuan 11 "KONSEP DAN PENGUKURAN PENDAPATAN NASIONAL"

 KONSEP DAN PENGUKURAN PENDAPATAN NASIONAL


Nama                     : Elisa Noviyanti

Nim                       : 222010200165

Dosen pengampu  : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M.

Prodi                     : Manajemen 

Fakultas                : FBHIS

Universitas           : Muhammadiyah Sidoarjo


1. Aliran Pendapatan Dalam Perekonomian (Circular Flow)
    Aliran pendaptan dalm perekonomian, juga dikenal sebagai "circular flow of income" konsep ini membantu untuk menjelaskan bagaimana berbagai agen ekonomi berinteraksi dan saling bergantung satu sama lain. 4 aliran circular flow yakni:
  • Rumah tangga (Households)
  • Pemerintah (Goverment)
  • Perusahaan (Businesses)
  • Luar negeri (Foreign Sector)


2. Pengukuran Pendapatan Nasional
    Pengukuran pendapatan nasional adalah jumlah dari pendapatan faktor-faktor produksi yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa oleh suatu negara dalam tahun tertentu.
3Penghitungan Pendapatan Nasional Dengan Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)

a.      Komponen Pengeluaran Agregat dalam Perekonomian

  •       Konsumsi rumah tangga
  •       Pengeluaran pemerintah
  •       Pembentukan modal tetap sektor swasta
  •       Ekspor neto

b.      Menghitung Produk Domestik dan Produk Nasional Bruto

1.   Produk Domestik Bruto (PDB):

a)   Metode Produksi (Output/Value Added):

    PDB = Nilai Produksi - Barang dan Jasa yang Digunakan sebagai Bahan Baku

                                                        Atau

    PDB = Total Gaji dan Upah + Total Laba dan Rugi + Depresiasi

b)  Metode Pengeluaran:

  PDB = Konsumsi Rumah Tangga + Investasi Bisnis + Pembelanjaan Pemerintah (Ekspor - Impor)

c)   Metode Pendapatan: 

    PDB = Upah + Laba + Sewa + Keuntungan Properti + Pajak – Subsidi

 

2.   Produk Nasional Bruto (PNB):

    PNB = PDB+Pendapatan Bersih dari Luar Negeri (Ekspor - Impor)

Pendapatan bersih dari luar negeri dapat dihitung dengan mengurangkan pembayaran

impor dari penerimaan ekspor.

             c. Masalah Penghitungan Dua Kali

          Dengan cara pengeluaran, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai perbelanjaan dari berbagai golongan masyarakat ke atas barang-barang jadi dan jasa-jasa yang diproduksikan dalam perekonomian tersebut. Barang-barang atau jasa-jasa yang diimpor tidak dimasukkan dalam penghitungan ini. Begitu juga, barang-barang produksi dalam negeri yang akan diproses kembali oleh perusahaan-perusahaan lain untuk dijadikan barang-barang lain, tidak turut dihitung untuk nasional.

            d. Nilai Barang Jadi dan Nilai Barang Tambah

        Nilai barang jadi dan nilai barang tambah adalah dua konsep yang sering digunakan dalam ekonomi. Nilai barang jadi (NVJ) adalah nilai dari barang setelah melalui proses pengeluaran, sedangkan nilai barang tambah (NVT) adalah perbedaan antara nilai barang jadi dan nilai barang akhir setelah melalui beberapa tahap pengolahan. Nilai barang jadi mencakup nilai dari bahan mentah yang diolah menjadi barang setelah melalui proses pengeluaran.

    4. Penghitungan Pendapatan Nasional dengan Pendekatan Produksi (Production Aproach)

        A.  Menghitung Nilai Tambah

            Nilai tambah (valueadded) adalah perbedaan antara biaya input untuk membuat suatu produk dan harga jualnya. Konsep ini penting dalam bisnis dan ekonomi. Untuk menghitung nilai tambah, kita cukup mengurangkan harga jual produk dari biaya input.

Nilai tambah = Harga jual per unit -Biaya masukan per unit

        B.  Pendapatan Nasional Bruto (PNB) Menurut Lapangan Usaha

        Pendapatan Nasional Bruto (PNB) menurut lapangan usaha merujuk pada jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh lapangan usaha. Berikut adalah beberapa informasi mengenai PNB menurut lapangan usaha

    5. Penghitungan Pendapatan Nasional dengan  Pendekatan Pendapatan (Income Approach)

          A. Penggolongan Pendapatan Faktor Produksi

        Dalam penghitungan Pendapatan Nasional yang sebenarnya, penggolongan pendapatan faktor-faktor produksi tidak selalu mengikuti penggolongan pendapatan faktor-faktor produksi seperti yang dinyatakan di atas. Dengan perkataan lain, Pendapatan Nasional tidak ditentukan dengan menghitung dan menjumlahkan seluruh gaji dan upah, sewa, bunga, dan keuntungan yang diterima oleh seluruh faktor-faktor produksi dalam suatu tahun tertentu.

          B. Hubungan di Antara GNP dan NI
        Hubungan antara GNP dan NI (Net National Income) dapat dijelaskan sebagai berikut: GNP merupakan nilai total produk yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara, termasuk yang dihasilkan di luar negeri, sedangkan NI merupakan pendapatan yang diterima oleh penduduk suatu negara setelah memperhitungkan depresiasi atau penyusutan. Hubungan di antara keduanya dapat dilihat dari rumus perhitungannya, di mana NNI diperoleh dari GNP setelah dikurangi depresiasi atau penyusutan. Oleh karena itu, GNP dan NI saling terkait dalam menggambarkan kesejahteraan suatu negara.
    
    6. Pendapatan Pribadi dan Pendapatan Disposebel

        A. Pendapatan Pribadi
              Pendapatan pribadi dapat diartikan sebagai semua jenis pendapatan, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa memberikan sesuatu kegiatan apa pun, yang diterima oleh penduduk sesuatu negara. Dari arti istilah pendapatan pribadi ini dapatlah disimpulkan bahwa dalam pendapatan pribadi telah termasuk juga pembayaran pindahan.

         B. Pendapatan Disposebel
        Apabila pendapatan pribadi dikurangi oleh pajak yang harus dibayar oleh para penerima pendapatan, nilai yang tersisa dinamakan pendapatan disposebel. Dengan demikian pada hakikatnya pendapatan disposebel adalah pendapatan yang dapat digunakan oleh para penerimanya, yaitu semua rumah tangga yang ada dalam perekonomian, untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa yang mereka ingini.

7. Lima Konsep Pendapatan Dipandang Secara Makro
    a. Produk Domestik Bruto (PDB)
    b. Konsumsi
    c. Pendapatan Nasional
    d. Investasi
    e. Ekspor dan Impor 

8. Transaksi-transaksi yang Tidak Termasuk dalam Perhitungan Pendapatan Nasional

Transaksi-transaksi yang tidak termasuk dalam perhitungan pendapatan nasional antara lain adalah:

1. Perubahan nilai barang-barang sebagai akibat dari perubahan harga barang tersebut

2. Kegiatan-kegiatan yang tidak resmi (ilegal), misalnya penyelundupan barang-barang dagangan, produksi ganda, dan sebagainya

3. Pembayaran transfer yang dilakukan dari pihak yang satu dengan yang lain, misalnya pembayaran subsidi, sumbangan bencana alam, dan sebagainya.

Dengan demikian, transaksi-transaksi seperti perubahan nilai barang-barang, kegiatan ilegal, dan pembayaran transfer tidak termasuk dalam perhitungan pendapatan nasional.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan 6 "TEORI ONGKOS PRODUKSI"

Pertemuan 14 "PENGANGGURAN, INFLASI, DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH"

Pertemuan 9 "PENENTUAN UPAH DI PASAR TENAGA KERJA"