Pertemuan 12 "ANALISIS KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL"

 ANALISIS KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL


Nama                     : Elisa Noviyanti

Nim                       : 222010200165

Dosen pengampu  : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M.

Prodi                     : Manajemen 

Fakultas                : FBHIS

Universitas           : Muhammadiyah Sidoarjo


STEP 1 : BREAK EVENT POINT

    PN BEP dapat diartikan suatu kondisi di mana besar pendapatan sama dengan besar konsumsi, artinya semua pendapatan yang diterima masyarakat habis digunakan untuk keperluan konsumsi atau masyarakat tidak punya tabungan. 

Kondisi tersebut dapat diformulasikan sebagai berikut:

Y=C dan S=0 / Y = C + S,  Y = C +  I + S

STEP 2: PEREKONOMIAN 2 SEKTOR

    Perekonomian dua sektor adalah perekonomian yang terdiri dari sektor rumah tangga dan perusahan. Berarti pada perekonomian ini tidak terdapat kegiatan pemerintah maupun perdagangan luar negeri.

Sehingga rumus Pendapatan Nasional sebagai berikut:

Y = C + I

Dimana :

C = Konsumsi

I = Investasi

1. PENGERTIAN KONSUMSI

Konsumsi adalah tindakan manusia untuk menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang.

    A. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGELUARAN KONSUMSI

- Pendapatan Rumah Tangga

- Perkiraan harga di masa depan

- Jumlah anggota keluarga

- Jumlah penduduk

- Arus informasi dan teknologi

    B. Rumus Fungsi Konsumsi:

C = a + by

Dimana :

C = pengeluaran untuk konsumsi

a = minimal konsumsi

b = MPC (marginal propensity to consume)

2. PENGERTIAN TABUNGAN

Tabungan ialah sisa dari pendapatan yang tidak digunakan untuk pengeluaran konsumsi

    A. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TABUNGAN:

- Pendapatan RumahTangga

- Tingkat Bunga

- Sikap Berhemat

- Distribusi Pendapatan

- Kondisi Perekonomian

    B. Rumus Tabungan: 

S = -a + (1-b)Y

Dimana:

S = tabungan (saving)

-a = tabungan bernilai negatif ketika pendapatan masyarakat nol

(1-b) =menunjukkan nilai MPS

3. Angka Pengganda (Multiplier)

Analisis mengenai multiplier bertujuan untuk menerangkan pengaruh dari kenaikan atau kemerosotan dalam pengeluaran agregat ke atas tingkat keseimbangan dan terutama ke atas tingkat pendapatan nasional. 

 Rumus untuk menentukan Multiplier:

 ∆Y = 1 / 1-MPC . ∆I

STEP 3: PEREKONOMIAN 3 SEKTOR

Didalam perekonomoian 3 sektor (dengan campur tangan pemerintah) perekonomian terdiri dari sector rumah tangga, sector swasta dan sector pemerintah atau dalam model atau dirumuskan sebagai berikut : Y = C+I+G

Dalam perekonomian 3 sektor pendapatan masyarakat pada umumnya tidak langsung digunakan untuk konsumsi dan saving akan tetapi pendapatan masyarakat sebelumnya. harus dipertemukan dahulu dengan masalah transfer dan pajak.

    1. Analisis Pendapatan Nasional Dengan Model Pajak Proporsional ( Propotional Tax)

Disamping Model pajak Lump sump tax terdapat pula model pajak yang sifatnya proporsional (Propotional tax) . Distribusi pendapatan Nasional dalam suatu perekonoia pada umumnya tidak merata. Distribusi pendapatan nasional yang tidak merata dapat menimbulkan ketegasan-ketegasan social.

Pajak endekatan yang besar kecilnya tergantung pada besar kecilnya pendapatan yang diperoleh wajib pajak meerupakan salah satu cara yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Sehingga dapat dikatakn, besar kecilnya pajak yang dibebankan kepada maasyarakat sangat tergantung pada besar kecilnya pendapatan wajib pajak.

Untuk model atau bentuk formulasinya sebagai berikut :

Tx = To + Hy

Dimana :

Tx        = Besarnya Pajak

To        = Besarnya pajak tingkat pendapatan  sama dengan nol

h          = Menunjukn marginal of taxation (MrpTx) yaitu merupakan nilai perbandingan antara berapa jumlah pajak denganperubaan pendapatan.

    3. Analisi Penggandan Dalam Model Pajak Proporsional

Untuk menentukan besarnya angka pengganda pada perekonomian 3 sektor dimana perpajakan menggunakan pajak proporsional,sama seperti menentukan besarnya angka pengganda pada pajak lump-sump tax. Perbedaan dalam kedua model tersebut hanyalh pada penyebutannya (Pembagiannya), Karena model pajak  tersebut merupakan fungsi dari pendapatan, maka model angka penggandannya (Mutlipeer) Menjadi berikut :

1)     Multiplier Untuk Konsumsi (Ka)

            K = 1/1-c+ch

2)     Multiplier untuk investasi (Ki)

K = 1/1-c+ch

3)     Multiplier untuk Pengeluaran Pemerintah (Kg)

K = 1/1-c+ch

4)     Multiplier untuk transfer (Ktr)

K = c/1-c+ch

5)     Multiplier untuk pajak (Ktx)

K = -c/1-c+ch

STEP 4: PEREKONOMIAN 4 SEKTOR

Perekonomian terbuka/perekonomian empat sektor merupakan suatu negara yang mempunyai hubungan ekonomi dengan negara-negara lain. Dalam perekonomian terbuka sebagian produksi dalam negeri diekspor atau dijual ke luar negeri dan disamping itu terdapat pula barang di negara itu yang diimpor dari negara- negara lain.

Pengeluaran agregat atau aggregat expenditure (AE) perekonomian 4 sektor terdiri dari:

(1) Pengeluaran konsumsi rumah tangga (C)

(2) Pengeluaran investasi (I)

(3) Pengeluaran belanja pemerintah (G)

(4) Ekpor bersih (X-M)

Pendapatan Nasional Keseimbangan

Syarat keseimbangan perekonomian negara adalah penawaran agregat (pendapatan nasional=Y) = permintaan agregat (agregat demand). Agregat demand dalam perekonomian terbuka adalah:

AD=C+1+G+(X-M)

Sehingga pendapatan nasional ekuilibrium adalah:

Y=C+I+G+(X-M)

Di mana:

C = Konsumsi

I = Investasi

G = Pengeluaran pemerintah

X = Ekspor

M = Impor



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan 6 "TEORI ONGKOS PRODUKSI"

Pertemuan 14 "PENGANGGURAN, INFLASI, DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH"

Pertemuan 9 "PENENTUAN UPAH DI PASAR TENAGA KERJA"