Pertemuan 13 "TEORI KONSUMSI, TEORI INVESTASI, KESEIMBANGAN PASAR BARANG, DAN KESEIMBANGAN PASAR UANG "
TEORI KONSUMSI, TEORI INVESTASI, KESEIMBANGAN PASAR BARANG, DAN KESEIMBANGAN PASAR UANG
Nama : Elisa Noviyanti
Nim : 222010200165
Dosen pengampu : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M.
Prodi : Manajemen
Fakultas : FBHIS
Universitas : Muhammadiyah Sidoarjo
Teori konsumsi yang dikemukakan sebelumnya merupakan teori konsumai yang sangal sederhana. Dalam teori tersebut dikemukakan bahwa menentukan besar kecilnya pengeluaran konsumsi hanya di dasarkan atas besar kecilnya tingkat pendapatan masyarakat. Teori- teori tersebut antara lain:
1. Teori
konsumsi dengan pendekatan hipotesis pendapatan absolut (absolute income
hypothesis)
Dalam
teorinya Keynes mengandalkan analisis statistik, dan juga membuat dugaan-dugaan
tentang konsumsi berdasarkan introspeksi dan observasi kasual. Keynes menduga bahwa, kecenderungan mengkonsumsi marginal atau MPC
(marginal propensity to consume) jumlah yang dikonsumsi dalam setiap tambahan
pendapatan adalah antara nol dan satu.
persamaan
konsumsi Keynes secara matematis ditulis sebagai berikut:
C = a + bY
Keterangan:
C
=
Pengeluaran untuk konsumsi
a
=
Besarnya konsumsi pada tingkat pendapatan nol
b
=
Besarnya tambahan konsumsi karena tambahan pendapatan atau MPC
Y = Pendapatan untuk rumah tangga individu
Secara grafis, fungsi konsumsi Keynes digambarkan sebagai berikut:
2. Teori Konsumsi dengan Hipotesis Siklus Hiddup (Life Cicle Hypothesis)
Teori konsumsi dengan hipotesis siklus hidup di kemukakan oleh Andro, Brumberg dan Modigliani (ABM) yaitu tiga ekonom besar yang hidup di abad 18. Menurut teori ini faktor sosial ekonomi seseorang sangat mempengaruhi pola konsumsi orang tersebut.
Kemudian ABM lebih memperjelas kembali analisisnya dengan menggunakan pendekatan hipotesa siklus hidup yang menjelaskan tentang tahapan-tahapan pengeluaran konsumsi seseorang yang tergantung dari usia, dimana dengan bertambahnya usia seseorang tingkat pengeluaran konsumsi semakin meningkat, akan tetapi kemampuan untuk memperoleh pendapatan semakin lama semakin menurun. Sumbu vertikal menunjukkan tingkat konsumsi seseorang dan sumbu horisontal menunjukkan waktu (usia).
3. Teori Konsumsi dengan Hipotesis Pendapatan Relatif (Relativee Income Hypothesis)
Bentuk fungsi konsumsi masyarakat menurut Duesenberry adalah sebagai berikut:
Di mana:
Yt = pendapatan pada
tahun t
Y = pendapatan
tertinggi yang pernah dicapai pada masa lalu Bentuk fungsi tersebut dapat
dijelaskan dengan kurva seperti pada gambar dibawah.
4. Konsumsi dengan Hipotesis Pendapatan Permanen (Permanet Teori Income Hypothesis)
Secara grafis fungsi konsumsi dengan hipotesis pendapatan permanen ditunjukkan seperti pada gambar 2.4:
1. Jenis investasi riil
ini dibedakan lagi menjadi tiga komponen, yaitu:
a) Investasi
tetap perusahaan (Business Fixed Investment);
b) Investasi
untuk perumahan (Residential Contruction)
c) Investasi perubahan bersih persediaan perusahaan (Net Change in Business inventory)
2. Pendekatan nilai sekarang (Rute of return)
Pendekatan ini merupakan suatu teknis untuk membandingkan kemampuan memperoleh keuntungan dari proyek-proyek investasi. Pendekatan nilai sekarang menyatakan bahwa suatu proyek investasi dikatakan menguntungkan dan dapat diterima serta dilaksanakan, jika nilai sekarang proyek tersebut lebih besar dari pada modal yang ditanam.
3. Marginal Efficiency of Invesment (MEI)
- Jumlah aktivitas investasi sosial yang terselenggara dalam masyarakat.
- Population growth, bertambahnya jumlah penduduk akan meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa, sehingga akan menaikkan harga.
- Tecnological Invention and innovation yang
mengakibatkan berkurangnya biaya- biaya produksi.
- Capital Comulation,
makin banyak akumulasi modal akan semakin rendahlan tingkat MEI.
- Kepercayaan terhadap situasi perdagangan
di masa depan (state of bussiness confidence).
- Struktur pajak, yang memberatkan produsen
akan berakibat merendahkan tingkat MEI.
5. Pelaksana
pelasksana investasi
a) Pemerintah (public investment), umumnya dilakukan tidak dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan, tetapi tujuan utamanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat (nasional), sebagai jaringan-jaringan jalan raya, irigasi, rumah sakit, pelabuhan dan lain sebagainya. Kegiatan investasi ini sering disebut dengan Social Overhead Capital (SOC).
6. Kapasitas produksi nasional, COR, dan ICOR
Masalah Capital Output Ratio (COR) dan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) merupakan suatu alat yang banyak dipergunakan dalam teori tentang pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran dan tingkat hidup masyarakat.
3. Kesimbangan pasar barang (Analisis IS)
Pembahasan lebih lanjut mengenai analisis pendapatan nasional adalah analisis keseimbangan umum pada pasar barang dan pasar uang. Pasar barang dikatakan dalam keadaan seimbang apabila penawaran pada pasar barang sama dengan penerimaan pada pasar barang tersebut.1. Menurunkan
Kurva dan Grafik Fungsi IS
Dari masing-masing
variabel pada pasar barang, maka dapat kita jelaskan bentuk dari variabel
fungsi yang digunakan untuk menentukan keseimbangan dalam pasar barang (Kurva
IS).
Teori permintaan uang sebelum Keynes, teori ini sering juga disebut sebagai teori permintaan uang klasik. Teori permintaan uang ini dikatakan klasik karena landasan pemikiran mengenai perekonomian dalam teori tersebut menggunakan asumsi klasik, yaitu perekonomian selalu berada dalam keadaan seimbang.
Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut;
MV =PT
Dimana:
M
= jumlah uang yang beredar (penawaran uang)
V
= kecepatan (volocity) perputaran uang.
P
= harga barang dan jasa.
T = jumlah transaksi
2. Menentukan Keseimbangan Pasar Uang
Pasar uang akan berada dalam keseimbangan apabila penawaran akan
uang (M,) sama dengan permintaan akan uang (Ma). Kurva yang menunjukkan
keseimbangan di pasar uang disebut kurva LM. Kurva LM adalah suatu kurva yang
menghubungkan titik-titik besarnya pendapatan nasional (Y) pada berbagai
tingkat suku bunga (i). Kurva LM adalah yang menggambarkan keseimbangan di
pasar uang.
3. Menentukan
Kurva dan Grafik Fungsi LM
5. Penentuan Pendapatan dan Tingkat Bunga
Keseimbangan Umum.
Pada analisis keseimbangan pasar barang kita memperoleh nilai keseimbangan semu atau fungsi keseimbangan dalam pasar barang yaitu:
Pada analisa keseimbangan pasar uang kita memperoleh keseimbangan pasar uanga yaitu:
Untuk
mendapatkan pendapatan keseimbangan (Y*) dan tingkat bunga keseimbangan (i*)
yang berlaku dalam kedua pasar, maka kedua fungsi di atas diketemukan dan satu
model atau persamaan sebagai berikut:
Kedua
fungsi diatas bila dihubungkan akan menjadikan nilai:
1. Y*
(Pendapatan keseimbangan umum), dan
2. I*
(Tingkat Bunga keseimbangan umum
6. Menurunkan Kurva dan Grafik Fungsi IS – LM
Setelah kita mendapatkan pendapatan keseimbangan (Y*) dan tingkat bunga keseimbangan (i*), maka barulah kita dapat menggambarkan kurva IS-LM nya, sebagaimana tersebut pada Gambar 13.1 berikut ini. Dari kurva IS-LM diatas, dapat dikatakan bahwa keseimbangan dalam pasar barang dan pasar uang terjadi pada tingkat pendapatan sebesar Y* dan tingkat bunga sebesar i* yaitu pada titik E yang menunjukkan titik keseimbangan umum yang terjadi dalan pasar barang dan pasar uang (general equilibrium).
7. Kebijakan Pemerintah dan Pergesera Kurva IS – LM
Untuk
menjaga kestabilan perekonomian diperlukan suatu kebijakan ekonomi yang bertujuan untuk mengendalikan perekonomian, baik melalui kebijakan fiskal
maupun kebijakan moneter. Kebijakan fiskal yang sering disebut dengan
"politik fiskal" atau "fical policy", dapat diartikan
sebagai tindakan yang diambil oleh pemerintah dalam bidang anggaran belanja
negara dengan maksud untuk mempengaruhi melalui kebijakan fiskal ini adalah:
(1) Pengeluaran Pemerintah (G), (ii) Pajak (Tx), dan (iii) Pembayaran Transfer
(Tr).
Komentar
Posting Komentar