Pertemuan 15 "PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PEMBANGUNAN EKONOMI"
PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PEMBANGUNAN EKONOMI
Nama : Elisa Noviyanti
Nim : 222010200165
Dosen pengampu : Tofan Tri Nugroho, S.E., M.M.
Prodi : Manajemen
Fakultas : FBHIS
Universitas : Muhammadiyah Sidoarjo
1.
Pertumbuhan
Ekonomi
perkembangan fisikal produksi barang
dan jasa yang berlaku di suatu negara, seperti pertambahan dan jumlah produksi
barang industri, perkembangan infrastuktur. pertambahan jumlah sekolah,
pertambahan produsi sektor jasa dan pertambahan produksi barang modal.
Cara Mengukur Pertumbuhan
Ekonomi
Berdasarkan definisinya, Produk Domestik
Bruto atau dikenal dengan Gross Domestic Product merupakan
nilai moneter dari barang dan jasa di suatu negara, dimana dengan menghitung
tingkat konsumsi, belanja Pemerintah, investasi Pemerintah, serta kegiatan
ekspor – impor. Berikut rumusnya :
PDB
= C + G + I + (N – X)
Keterangan
:
·
PDB : Produk Domestik Bruto
·
C : Tingkat konsumsi
·
G : Belanja Pemerintah
·
I : Investasi Pemerintah
·
N : Ekspor
·
X : Impor
2.
Pembangunan
Ekonomi
Menurut Meier dan Baldwin bahwa Pembangunan
ekonomi adalah suatu proses, dengan proses itu pendapatan nasional real suatu
perekonomian bertambah selama suatu periode waktu yang panjang.
3. 3. Membandingkan
Pendapatan Per kapita
Dalam menggunakan data pendapatan per kapita dalam membandingkan tingkat kemakmuran di berbagai negara, perlulah disadari bahwa perbandingan tersebut mempunyai banyak kelemahan. Oleh karena itu, perbandingan seperti itu harus dipandang sebagai gambaran kasar dari perbedaan tingkat kemakmuran yang dicapai berbagai negara.
|
|
Purchasing
power parity metrik
analisis makro ekonomi populer yang digunakan untuk membandingkan produktivitas
ekonomi dan standar hidup antar negara. Untuk membuat perbandingan harga antar negara yang
bermakna, berbagai jenis barang dan jasa harus dipertimbangkan. Namun, perbandingan
satu-ke-satu sulit dicapai karena banyaknya data yang harus dikumpulkan dan
rumitnya perbandingan yang harus diambil.
S=P2P1
Di mana:
S= Nilai tukar mata
uang 1 ke mata uang 2
P1= Harga barang X dalam
mata uang
P2= Harga barang X dalam
mata uang 2
Faktor-Faktor Yang
Menentukan Pertumbuhan Ekonomi
Setelah mengetahui
beberapa pengertian dan disertai teori diatas, berikut ialah faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi :
1) Sumber
Daya
Manusia
2) Sumber
Daya Alam (SDA)
3) Kemajuan
IPTEK
4) Tingkat
Inflasi
5) Tingkat
Suku Bunga
Teori-Teori Pertumbuhan Ekonomi
1.
Teori Pertumbuhan Ekonomi Adam Smith
Adam Smith merupakan pencetus dan pengagas mengenai teori
ekonomi termasuk juga teori pertumbuan ekonomi. Menurut pandangan Adam Smith
pertumbuhan ekonomi terdiri dari dua aspek utama yakni : pertumbuhan
Output total dan pertumbuhan penduduk.
a.
Pertumbuhan Output Total
Aspek yang pertama dalam teori
pertumbuhan ekonomi yang dikemukakan oleh Adam Smith ialah pertumbuhan output
total. Dalam hal ini pertumbuhan output berkaitan erat dengan proses
produksi yang mencakup tiga unsur sebagaimana dibawah ini :
1) Tersedianya Sumber Daya Alam
2) Sumber Daya Manusia (Jumlah Penduduk)
3)
Persediaan
Barang Modal .
b. Pertumbuhan Penduduk
Adam Smith menyatakan bahwa
pertumbuhan penduduk yang tinggi dipengaruhi oleh peningkatan upah yang lebih
tinggi dibandingkan dengan upah subsistem sebagaumana juga nilai-nilai ekonomi syariah.
Dengan kata lain bahea
orang akan berani menikah muda jika upah yang diterima lebih tinggi. Sehingga
hal ini akan mempercepat proses kelahiran dan kemudian secara langsung
verpebgaruh pada tingkat pertambahan jumlah penduduk.
2.
Teori Pertumbuhan Ekonomi David Ricardo
Teori pertumbuhan ekonomi dari David Ricardo
yang paling terkenal ialah, the law of diminishing return. Gagasan ini brrisi mengenai terjadinya
penurunan erhadap ketersediaan produk marginal adalah disrbabkan karena
terbatasnya jumlah tanah. Hal inilah yang kemudian mempengaruhi pertumbuhan
jumlah penduduk dan sekaligus juga jumlah tenaga kerja. Lebih lanjut juga ia
menjelaskan bahwa kemajuan teknologi dan akumulasi modal yang cukup akan dapat
menyebabakan peningkatan pertumbuhan tenaga kerja yang kemudian akan
berpengaruh kepada tingkat pertumbuhan ekonomi.
Teori pertumbuhan ekonomi
menurut Schumpeter.
a.
Creative Destruction (Penghancuran Ekonomi)
Teori fenomenal dari Schumpeter dikenal dengan
nama creative destruction atau penghancuran ekonomi.
Hal ini berarti adanya membongkar adanya praktik-praktik yang sudah lama guna
membuka jalan inovasi. Teori ini mendorong adanya kapitalisme dalam ekonomi.
Adanya teori penghancuran ekonomi Schumpeter merupakan inovasi dalam bidang manufaktur sehingga dapat meningkatkan
hasil produksi.
b.
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori pertumbuhan ekonomi Schumpeter tidak
memperhatikan aspek pertumbuhan penduduk
dan keterbatasan sumber daya. Hal itu tersebut bukanlah bagian penting
dari perkembangan ekonomi bagi suatu negara.
Justru hal terpenting dari pertumbuhan ekonomi menurut Schumpeter adalah
adanya inovasi dari seorang pengusaha atau wirausaha. Oleh karena itu, ia
memasukkan unsur entrepreneurship dalam
teorinya.
5. 4. Teori Pertumbuhan Ekonomi Menurut Harrod-Domar
Menurut teori Harrod-Domar, pertumbuhan
ekonomi tergantung pada dua faktor utama: pengaruh investasi dan pengaruh
tabungan. Investasi dalam teori ini mencakup semua bentuk pengeluaran yang
dilakukan oleh pemerintah, perusahaan, dan individu untuk membeli barang modal
seperti mesin, peralatan, atau bangunan. Tabungan, di sisi lain, mencakup semua
pendapatan yang tidak dikonsumsi dan disimpan sebagai bentuk tabungan. Teori
ini mengasumsikan bahwa tingkat investasi dan tabungan dalam masyarakat akan
tetap konstan seiring waktu. Dalam teori ini, nilai ekonomi yang dihasilkan
bergantung pada tingkat investasi dan tabungan. Jika tingkat investasi dan
tabungan meningkat, maka nilai ekonomi yang dihasilkan juga akan meningkat.
Teori Harrod-Domar mengasumsikan bahwa pertumbuhan ekonomi akan selalu berada
di bawah potensi penuhnya. Konsep ini disebut sebagai “tingkat keseimbangan
pertumbuhan”. Tingkat keseimbangan pertumbuhan adalah tingkat di mana tingkat
investasi dan tabungan sama dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang optimal.
5.
Teori Pertumbuhan Ekonomi Neoklasik
Dengan demikian model pertumbuhan
neoklasik menggunakan fungsi produksi berikut: Y = AF (K, L) … (i)
Dimana Y adalah Produk Domestik Bruto (PDB), K
adalah persediaan modal, L adalah jumlah tenaga kerja tidak terampil dan A
adalah tingkat teknologi yang ditentukan secara eksogen.
Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi suatu
negara mengindikasikan tingkat kesejahteraan rakyat yang tinggi
pula. Lantas, apa yang menjadi ukuran atau indikator dari pertumbuhan ekonomi
suatu negara? Bicara indikator, banyak faktor yang bisa dijadikan indikator
pertumbuhan ekonomi, di antaranya:
·
Produk
Domestik Bruto (PDB)
Pada prinsipnya, pertumbuhan ekonomi dapat dipahami
sebagai pertambahan pendapatan nasional atau pertambahan output atas barang dan
jasa yang diproduksi selama satu tahun. Dari sini jelas bahwa indikator
pertumbuhan ekonomi salah satunya ditunjukkan oleh nilai PDB (Produk Domestik
Bruto). PDB merepresentasikan pendapatan nasional riil yang dihitung dari
keseluruhan output dari barang dan jasa yang diproduksi suatu negara.
·
Pendapatan
riil per kapita
Pendapatan riil per kapita menunjukkan pendapatan
masyarakat suatu negara. Jika pendapatan masyarakat secara keseluruhan
mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, maka dapat dikatakan bahwa
perekonomian di negara tersebut juga mengalami pertumbuhan yang positif.
·
Kesejahteraan
penduduk
Indikator kesejahteraan penduduk ini memiliki keterkaitan
dengan pendapatan riil per kapita. Semakin banyak barang dan jasa yang
dihasilkan suatu negara tentu harus ditunjang dengan distribusi yang lancar.
Jika distribusi barang dan jasa lancar, maka distribusi pendapatan per kapita
di seluruh wilayah negara merata. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan
kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di negara tersebut.
·
Tingkat
penyerapan tenaga kerja dan pengangguran
Ketika lapangan kerja tersedia sehingga tingkat
penyerapan tenaga kerja tinggi, saat itulah negara mengalami pertumbuhan
ekonomi. Tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi jelas berpengaruh pada
berkurangnya angka pengangguran. Artinya, produktivitas meningkat.
Cara Menghitung
Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi maju dan berkembang serta
rakyat yang sejahtera menjadi cita-cita dari seluruh negara di dunia. Untuk
mewujudkan cita-cita tersebut, negara melalui pemerintah dan jajarannya
senantiasa mengoptimalkan indikator-indikator yang mendorong pertumbuhan
ekonomi. Meski banyak indikator yang bisa digunakan untuk mengukur pertumbuhan
ekonomi, namun pada praktiknya yang menjadi tolok ukur adalah nilai PDB.
Pertumbuhan ekonomi dapat dihitung
menggunakan formulasi sebagai berikut.
1)
R(t-1,
t) = (PDBt – PDBt-1)/PDBt-1 x 100%
Keterangan:
R = tingkat
pertumbuhan ekonomi dalam satuan persentase (%)
PDBt = Produk Domestik Bruto (pendapatan nasional riil) pada tahun t
PDBt-1 = Produk Domestik Bruto (pendapatan nasional riil) pada tahun sebelumnya
2)
Rata-Rata
Pertumbuhan Ekonomi Selama Periode 2014 – 2017
Rata-rata = (5,2% + 5,6% + 5,1% +
11,3%)/4 = 6,8%
Tingkat pertumbuhan ekonomi yang naik dari tahun ke tahun
menunjukkan bahwa adanya keberhasilan suatu pemerintahan negara dalam
meningkatkan dan memeratakan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah
negerinya.
Kebijakan
Mempercepat Pembangunan
1. Pembangunan
Ekonomi
2. Kebijakan
Diversifikasi Kegiatan Ekonomi
3. Membangun
Infrastuktur
4. Meningkatkan
Tabungan Dan Investasi
5. Meningkatkan
Taraf Pendidikan Masyarakat
6. Mengembangkan
Institusi Yang Mendorong Pembangunan
7. Merumuskan
Dan Melaksanakan Perencaannaan Ekonomi
Komentar
Posting Komentar